nacksomat chronica

honest and fearless

cermin

namaku cermin
perkenalkan,

kamu tak perlu menatapku seperti itu
itulah wajah narciscuss
saat ia terbuai wajahnya sendiri

seharusnya kau tak perlu memandangku
hiraukan aku
buang aku

hiraukan juga kata orang, “lihat wajahmu”
ia hendak menularkan penyakit
aku sebut itu, “penyakit terlampau-suka-wajah-sendiri”

pernahkah kau dengar cerita
sesungguhnya kamu tak perlu tahu dirimu
kamu itu jelek, itu sudah pasti
mengetahui dirimu berarti membohongi diri ke tingkat lebih lanjut
yang kamu perlu tahu cuma satu, Tuhan yang satu, dengan kesempurnaan-Nya

cih, sesungguhnya kamu bukanlah siapa-siapa
tetapi akulah cermin

lomba plc

Suatu siang di dalam ruang kuliah sang dosen berkata, “Atom cenderung mencari tingkat energi yang lebih rendah. Semua peristiwa di alam juga seperti itu. Manusia juga seperti itu pula. Jika tak ada yang memaksanya, manusia inginnya selalu tidur

Mengingat nilai kebenaran pernyataan tersebut, aku ingin memaksa diriku. Mengikuti lomba plc adalah paksaanya supaya aku bisa dan mengerti plc. Namun apa itu plc?

Secara singkat, plc adalah sesuatu yang membuatmu bisa naik mobil, minum susu favoritmu. PLC ialah singkatan dari Programmable Logic Controller, semacam komputer tapi didesain khusus untuk bekerja di lingkungan industri yang sangat ekstrim. Kegunaannya ialah mengatur proses-proses di industri supaya menghasilkan produk yang diinginkan.

Cek info lombanya di sini klik ini

live or die this day

Pernahkan terlintas dalam pikiranmu tentang bunuh diri? Sejujurnya pikiran itu pernah sekilas melintas dalam kepalaku dan sekarang sudah lenyap. Tak lama aku mendengar kabar di ITB ada seseorang mati karena bunuh diri. Perintis komputer, Alan Turing dikabarkan juga mati karena bunuh diri. Saat ini aku lupa apa yang kupikirkan saat itu dan bisa bertanya apa yang para pebunuhdiri pikirkan? Film The Grey, pada awalnya sang tokoh juga hendak bunuh diri tapi penulis cerita berkata lain. Ada takdir di sana. Ada beda antara hidup dan mati, antara ada dan tiada.,

Ada berbagai alasan yang terlalu panjang untuk diungkapkan mengapa seorang bunuh diri. Mungkin salah satunya adalah keberadaan yang sudah tak mempunyai guna dan keputusasaan. Ada juga yang tidak bunuh diri tapi hidup dalam kepurapuraan, ngasal yang penting jalan. Ini disebut seonggok daging yang berjalan. Dan jika ini terjadi dan/atau dirasa terjadi, sebaiknya bertanyalah siapa yang kamu cintai, siapa yang kamu rindukan. Mengutip lagi cerita film The Grey, selalu ada hal-hal yang pantas diperjuangkan untuk keberlangsungan hidup.

Di tahun ke 21 ku ini, aku mencoba memaknai perkataan guruku 5 tahun lalu, “Sepertinya rumahmu bakal berpindah-pindah” Sepertinya aku mulai sedikit memahaminya. Yang aku cintai dan rindui selalu berpindah dan mencoba mencari apapun yang lebih pantas dicintai dan dirindui (Allah SWT). Dan mulai sisa hari hingga mati, mari lihat epilog film The Grey lagi,

Once more into the fray
Into the last good fight i’ve ever known
live and die on this day…
live and day on this day…

Post Navigation

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 79 pengikut lainnya.